Indonesia kaya akan seni dan budaya yang berkaitan dengan agama dan tradisi kuno dari waktu awal migran dengan pikiran Barat yang dibawa oleh pedagang Portugis dan koloni Belanda. Prinsip-prinsip dasar yang memandu kehidupan termasuk konsep bantuan timbal balik atau "gotong royong" dan konsultasi atau "musyawarah" untuk mencapai konsensus atau "mufakat" Berasal dari kehidupan pedesaan, sistem ini masih sangat banyak digunakan dalam kehidupan masyarakat di seluruh negara.
Meskipun sistem hukum didasarkan pada kode pidana tua Belanda, kehidupan sosial serta Ritus peralihan yang didirikan pada adat atau "hukum adat" yang berbeda dari daerah ke daerah. "Adat" hukum memiliki pengaruh mengikat dalam kehidupan Indonesia dan dapat disimpulkan bahwa hukum ini telah berperan penting dalam mempertahankan hak-hak yang sama bagi perempuan dalam masyarakat. Pengaruh agama terhadap masyarakat yang beragam jelas dari pulau ke pulau.
Tidak seperti bentuk seni beberapa negara di Indonesia tidak hanya didasarkan pada cerita rakyat, karena banyak dikembangkan di pengadilan-pengadilan bekas kerajaan seperti di Bali, di mana mereka adalah bagian dari upacara keagamaan. Drama tari yang terkenal dari Jawa dan Bali berasal dari mitologi Hindu dan sering menampilkan fragmen dari Ramayana dan epik Mahabharata.
Sangat bergaya dalam gerakan dan kostum, tarian dan "wayang" drama disertai dengan gamelan "penuh" orkestra terdiri xylophone, drum, gong, dan dalam kasus-kasus string beberapa instrumen dan seruling. Xylophone bambu yang digunakan di Sulawesi Utara dan bambu "angklung" instrumen Jawa Barat terkenal karena catatan mereka yang unik denting yang dapat disesuaikan dengan melodi apapun.
The Kulit Wayang" (wayang kulit) Jawa dilakukan dengan wayang kulit yang diselenggarakan oleh dalang, yang narates kisah dari salah satu episode terkenal dari epos Hindu, Mahabharata atau Ramayana. Hal ini dilakukan terhadap sebuah layar putih dengan lentera di latar belakang cetakan bayang-bayang karakter di layar, dan dapat dilihat dari sisi lain di mana para penonton duduk.
Wayang Golek" (boneka kayu) Jawa Barat didasarkan pada konsep yang sama. Kerajinan dari Indonesia bervariasi di kedua media dan bentuk seni. Sebagai seluruh orang artistik oleh alam dan mengekspresikan diri di atas kanvas, kayu, logam, tanah liat dan batu. Proses batik waxing dan pencelupan berasal dari Jawa berabad-abad lalu dan desain klasik telah dimodifikasi dengan tren modern di kedua pola dan teknologi. Ada beberapa pusat batik di Jawa, yang utama menjadi Yogyakarta, Surakarta, Pekalongan dan Cirebon.
Batik juga diproduksi di beberapa daerah lain seperti di Bali dimana desain lokal digabungkan. Provinsi lainnya memproduksi kain tenunan tangan dari benang emas dan perak, sutra atau katun dengan desain yang rumit. Lukisan sangat banyak di seluruh negeri, baik tradisional dan kontemporer, ukiran kayu untuk hiasan dan perabot, silverwork dan bentuk ukiran Yogyakarta dan Sumatra, filgree dari Sulawesi Selatan dan Bali dengan gaya yang berbeda dari tanah liat, batu pasir dan patung kayu. Ini adalah tetapi beberapa kerajinan tangan yang ditemukan di Indonesia.